jEN961bnoHWNuQxXMHOhiOEF8a0k3e3ubeGH0V3g

Olahraga Saat Puasa: Tetap Sehat dan Bugar Selama Ramadan dengan Cara yang Aman

Aset Digital Marketing

Menjaga kesehatan selama Ramadan sangat penting, terlebih bagi yang memiliki aktivitas padat. Sebelumnya, saya juga pernah membahas tentang tips menjaga stamina selama puasa yang bisa dikombinasikan dengan olahraga ringan.

Olahraga saat puasa Ramadan dengan berjalan santai menjelang berbuka untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh

Bulan Ramadan selalu menghadirkan perubahan besar dalam pola hidup kita. Jadwal makan berubah, waktu tidur bergeser, dan aktivitas harian pun ikut menyesuaikan. Banyak orang menganggap bulan puasa sebagai waktu untuk mengurangi aktivitas fisik karena takut lemas, haus, atau kehabisan energi.

Padahal, puasa bukan berarti berhenti bergerak. Justru dengan olahraga yang tepat, tubuh bisa tetap sehat, bugar, dan tidak mudah sakit selama Ramadan. Kuncinya terletak pada pemilihan jenis olahraga, waktu yang tepat, serta intensitas yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Menariknya, di bulan Ramadan kita juga melakukan aktivitas fisik tambahan berupa ibadah sholat tarawih yang jika dilakukan dengan benar, ternyata memiliki manfaat kesehatan yang tidak kalah dengan olahraga ringan.

Mengapa Tetap Perlu Olahraga Saat Puasa?

Olahraga tetap penting meskipun sedang berpuasa karena:

  • Menjaga kebugaran tubuh agar tidak mudah lemas.
  • Membantu metabolisme tetap berjalan normal.
  • Mengurangi rasa mengantuk dan lesu di siang hari.
  • Mengontrol berat badan selama Ramadan.
  • Menjaga kesehatan mental dan suasana hati.

Puasa membuat tubuh beradaptasi dengan sumber energi yang berbeda. Olahraga ringan membantu proses adaptasi ini berjalan lebih baik dan mencegah tubuh menjadi terlalu pasif.

Waktu Terbaik untuk Olahraga Saat Puasa

1. Sebelum Berbuka Puasa (30–60 menit)

Ini adalah waktu favorit banyak orang karena setelah olahraga bisa langsung mengganti cairan dan energi saat berbuka.

Jenis olahraga yang cocok:

  • Jalan santai
  • Stretching
  • Yoga ringan
  • Bersepeda santai

Keuntungan:

  • Tidak terlalu lama menahan haus setelah berkeringat.
  • Tubuh terasa lebih segar saat berbuka.

2. Setelah Berbuka Puasa (Termasuk Tarawih)

Setelah berbuka, tubuh sudah mendapatkan asupan energi dari makanan dan minuman. Ini waktu yang ideal untuk melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang.

Selain olahraga konvensional, shalat tarawih juga bisa dikategorikan sebagai aktivitas fisik atau olahraga ringan jika dilakukan dengan gerakan yang benar dan penuh kesadaran.

Tarawih sebagai Aktivitas Fisik

Gerakan sholat seperti berdiri (qiyam), rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan berdiri kembali melibatkan hampir seluruh otot tubuh: otot kaki, punggung, perut, lengan, dan leher.

Jika tarawih dilakukan 8–20 rakaat, tubuh melakukan puluhan kali gerakan membungkuk, berdiri, dan sujud yang setara dengan latihan peregangan dan kekuatan ringan.

Ibadah tarawih juga memiliki manfaat kesehatan yang sejalan dengan pembahasan tentang manfaat gerakan sholat bagi tubuh.

Manfaat Gerakan Sholat Menurut Penelitian Medis

  • Rukuk dan sujud membantu melancarkan aliran darah ke otak.
  • Gerakan berdiri dan duduk berulang melatih keseimbangan dan kekuatan otot kaki.
  • Sujud membantu meregangkan tulang belakang dan mengurangi ketegangan punggung.
  • Posisi duduk tasyahud melatih fleksibilitas sendi lutut dan pergelangan kaki.
  • Pola pernapasan teratur saat sholat membantu relaksasi dan menurunkan stres.

Secara medis, gerakan sholat mirip dengan kombinasi stretching ringan, yoga, dan low impact exercise, dengan catatan dilakukan dengan postur yang benar dan tidak tergesa-gesa.

3. Setelah Sahur

Olahraga ringan setelah sahur juga bisa menjadi pilihan, terutama bagi yang tidak sempat berolahraga sore atau malam hari.

Jenis olahraga yang cocok:

  • Stretching
  • Jalan santai
  • Yoga ringan

Catatan penting:

  • Jangan olahraga berat.
  • Pastikan minum air putih yang cukup sebelum imsak.

Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan Saat Puasa

1. Jalan Kaki

Olahraga paling sederhana dan aman untuk menjaga stamina tubuh.

2. Stretching dan Yoga

Membantu mengurangi kaku otot, melancarkan peredaran darah, dan menenangkan pikiran.

3. Bersepeda Santai

Dilakukan dengan tempo pelan dan jarak pendek, sebaiknya sore menjelang berbuka.

4. Senam Ringan atau Aerobik Low Impact

Gerakan sederhana tanpa loncat berlebihan dengan durasi 15–20 menit.

5. Latihan Kekuatan Ringan (Bodyweight)

Contohnya squat, push up, plank, dan sit up ringan secukupnya.

Olahraga yang Sebaiknya Dihindari Saat Puasa

  • Lari jarak jauh di siang hari
  • Angkat beban berat
  • HIIT
  • Olahraga di bawah terik matahari

Jika ingin melakukan olahraga berat, sebaiknya dilakukan setelah berbuka.

Tips Aman Berolahraga Selama Ramadan

  • Dengarkan tubuh sendiri.
  • Minum cukup air dari berbuka hingga sahur (6–8 gelas).
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Gunakan pakaian yang nyaman.
  • Tidur cukup meski jadwal berubah.

Olahraga sebagai Bagian dari Ibadah

Menjaga kesehatan adalah bagian dari rasa syukur. Dengan tubuh yang sehat, ibadah puasa dan sholat tarawih bisa dijalankan dengan lebih khusyuk dan penuh energi.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang membentuk kebiasaan hidup yang lebih seimbang antara rohani dan jasmani.

Penutup

Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Dengan memilih olahraga yang tepat dan waktu yang sesuai, tubuh tetap bisa sehat dan bugar selama Ramadan. Bahkan, ibadah sholat tarawih pun bisa menjadi bagian dari aktivitas fisik yang menyehatkan jika dilakukan dengan gerakan yang benar.

Mulailah dari olahraga ringan dan lakukan secara konsisten. Jalan kaki, stretching, yoga, dan tarawih adalah kombinasi sempurna antara ibadah dan kesehatan.

Jika Anda tertarik menerapkan gaya hidup sehat lainnya, silakan baca juga artikel saya tentang pola hidup sehat selama Ramadan.

FAQ (Tanya Jawab)

Apakah aman olahraga saat puasa?

Aman jika dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang dan pada waktu yang tepat, seperti sebelum berbuka atau setelah sholat tarawih.

Apakah sholat tarawih bisa dianggap sebagai olahraga?

Sholat tarawih dapat dikategorikan sebagai olahraga ringan karena melibatkan gerakan berdiri, rukuk, sujud, dan duduk yang melatih otot serta melancarkan peredaran darah.

Kapan waktu terbaik olahraga saat puasa?

Waktu terbaik adalah menjelang berbuka puasa dan setelah sholat tarawih karena tubuh sudah atau akan segera mendapatkan asupan energi.

Apakah olahraga bisa membatalkan puasa?

Tidak, selama tidak menyebabkan muntah atau memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja.

Berapa lama durasi olahraga yang dianjurkan saat puasa?

Durasi olahraga yang dianjurkan adalah sekitar 20–30 menit per hari dengan intensitas ringan hingga sedang.

Dukung Kreator Dirman.web.id
Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

✔ Silakan bebas berkomentar sesuai dengan topik pembahasan di artikel ini.
✔ Centang kolom Beri Tahu Saya/Notify Me untuk mendapatkan notifikasi respon komentar.